Judul: Sirah Nabawiyah (The Sealed Nectar / Ar-Rahiq Al-Makhtum) Penulis: Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury
Penerbit: Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh berbagai penerbit. Beberapa penerbit besar yang dikenal menerbitkan karya ini antara lain:
- Pustaka Al-Kautsar
- Gema Insani
- Ummul Qura
- Darul Haq
Tahun Terbit: Karya asli Ar-Rahiq Al-Makhtum memenangkan juara pertama dalam Kompetisi Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) pada tahun 1979. Untuk terjemahan bahasa Indonesianya, buku ini telah dicetak berkali-kali sejak tahun 1990-an hingga sekarang, sehingga tahun terbit bisa bervariasi tergantung edisinya.
Sinopsis: "Sirah Nabawiyah" karya Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, yang juga dikenal dengan judul "Ar-Rahiq Al-Makhtum" (The Sealed Nectar), adalah salah satu karya sirah nabawiyah paling populer dan diakui secara luas di dunia Islam. Keistimewaan buku ini adalah metodologinya yang ketat dalam menyajikan fakta-fakta sejarah, bersandar pada sumber-sumber otentik dan terverifikasi dari Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih.
Buku ini menyajikan secara kronologis dan detail seluruh perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, mulai dari garis keturunan beliau, kondisi Makkah sebelum Islam, masa kecil, remaja, pernikahan, awal mula kenabian, perjuangan dakwah di Makkah yang penuh cobaan, peristiwa Isra' Mi'raj, hijrah ke Madinah, pembentukan masyarakat Islam, berbagai ekspedisi militer (ghazwah), perjanjian-perjanjian penting, hingga detik-detik wafatnya Rasulullah SAW.
Al-Mubarakfury menyajikan narasi dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, menjadikannya rujukan ideal bagi siapa pun yang ingin mempelajari sirah Nabi secara mendalam dan berdasarkan data yang akurat. Buku ini tidak hanya memaparkan peristiwa, tetapi juga menyertakan pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari setiap episode kehidupan Nabi, menjadikan pembacanya tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Keunggulan komprehensif dan akurasi menjadikan buku ini sebagai standar dalam studi sirah nabawiyah.
