Judul: Tafsir Al-Azhar
Penulis: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
Penerbit: Pustaka Panjimas (Jakarta, Indonesia) – Awalnya diterbitkan secara bersambung di majalah Gema Islam dan Panji Masyarakat.
Tahun Terbit: Dikarang secara bertahap pada tahun 1960-an saat HAMKA ditahan, dan diselesaikan setelah beliau bebas. Edisi lengkap pertama kali diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1981.
Sinopsis: Tafsir Al-Azhar adalah salah satu karya tafsir Al-Qur'an monumental dan paling berpengaruh di Indonesia, ditulis oleh ulama besar, sastrawan, sekaligus budayawan terkemuka, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). Tafsir ini istimewa karena ditulis HAMKA di dalam penjara, yang justru memberinya waktu untuk merenung dan menghasilkan sebuah karya yang sangat mendalam dan penuh hikmah.
Tafsir ini dikenal dengan karakteristiknya yang khas:
- Corak Adabi Ijtima'i (Sastra Kemasyarakatan): HAMKA menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an dengan bahasa yang indah, mengalir, dan mudah dicerna, mirip gaya sastra. Ia menghubungkan pesan-pesan Al-Qur'an dengan realitas sosial, budaya, dan masalah kemasyarakatan yang dihadapi umat.
- Kekayaan Wawasan: Mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum, sejarah, geografi, filsafat, dan perbandingan agama, menjadikan penafsirannya sangat luas dan relevan.
- Sentuhan Emosional dan Spiritual: Tafsir ini tidak hanya berisi penjelasan rasional, tetapi juga menyentuh hati pembaca, membangkitkan kesadaran spiritual, dan semangat beragama.
- Gaya Bahasa Populer: Meskipun mendalam, bahasa yang digunakan HAMKA sangat akrab dengan masyarakat Indonesia, membuat Al-Qur'an terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
- Nasionalisme dan Keindonesiaan: Tafsir ini juga merefleksikan pemikiran keislaman HAMKA yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tafsir Al-Azhar sangat cocok bagi pembaca yang mencari pemahaman Al-Qur'an yang kaya akan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya, disajikan dengan gaya bahasa yang memukau dan mencerahkan. Karya ini merupakan warisan intelektual tak ternilai bagi umat Islam di Indonesia dan dunia Melayu.
